Sabtu, 23 Oktober 2010

25 Jimat ditubuh Pak Harto

HAMPIR semua orang mengakui, Pak Harto punya kekebalan. Pak Harto juga banyak laku prihatin seperti puasa, kungkum, atau melek. Sebagai seorang Jawa, Pak Harto banyak melakukan komunikasi dengan berbagai dukun, kiai, guru spiritual, orang yang memiliki daya linuwih untuk mendapatkan pegangan hidup. Ada yang memberi jimat untuk kekuasaan agar langgeng, ada yang mengirim empat naga besar agar Pak Harto terhindar dari santet dan tenung.
Ajaran atau jimat-jimat itu tentu tak sembarangan diberikan pada orang. Sebab, akan sia-sia saja apabila yang diberi jimat itu tidak kuat menjalaninya. Oleh sebab itu, sang guru akan mengingatkan agar jangan sekali-sekali mencoba atau coba-coba. Kalau tidak yakin benar, laku tersebut hanya akan sia-sia dan tak menghasilkan apa pun.
Ketika masih berkuasa dulu, sebagaimana diakui Eddy Agan, yang pernah mengikuti Pak Harto ke Gunung Srandil, lebih 25 benda yang ada dalam tubuh Pak Harto. Benda-benda itu menjaga Pak Harto dari berbagai serangan gaib, yang mungkin datang dari musuh-musuh politiknya. ”Tapi, sekarang saya yakin di tubuh Pak Harto sudah habis benda-benda berupa jimat itu,” katanya. Benda yang menjadi jimat itu antara lain bisa berupa keris Naga Kumala, tombak, dan tongkat.
Ketika Pak Harto beberapa kali masuk rumah sakit, sebelum yang terakhir ini, betapa pun penyakitnya bertumpuk-tumpuk, tetapi tetap sehat karena ada berbagai jimat yang mengendap di tubuhnya. Itulah yang disangkakan orang, bahwa pasti ada cekelan Soeharto yang bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya. Tak bisa dipungkiri, penguasa Orde Baru itu juga nglakoni dan menjalankan petunjuk guru spiritualnya.
Seiring dengan masuknya kembali Pak Harto ke rumah sakit, banyak orang bertanya, siapa guru spiritual Pak Harto?
Pertanyaan itu juga berkembang setelah melihat Pak Harto demikian kuat, meski keluar dan masuk rumah sakit. Penyakit itu seakan bisa ditanggulangi oleh kekuatan yang ada pada diri Pak Harto.
Dalam bukunya, Onghokham pernah menulis bahwa guru spiritual Pak Harto adalah Sudjono Humardani. Sesungguhnya, tak cuma Sudjono Humardani. Bahkan hampir di setiap propinsi Pak Harto punya guru spiritual yang bisa dipercaya. ”Kiai yang menjadi gurunya juga banyak,” sambung Eddy Agan. Namun, Eddy Agan meminta agar masyarakat juga mengenang jasa-jasa Pak Harto meskipun ada juga kesalahannya.
 
sumber : http://www.matabumi.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar